Benjeng, 14 Agustus 2025 – Selama tiga hari, lapangan SMP Muhammadiyah 8 Gresik menjadi lautan sorak dan tawa. Dari Three Games dan Tigo Match yang memancing gelak di hari pertama, Tower Jump dan Futsal yang menantang nyali di hari kedua, hingga Squeeze Water dan Boom Water yang menyisakan tawa basah kuyup di hari ketiga, semua membawa warna kemerdekaan yang tak terlupakan.
Namun, puncak emosi terjadi pada grand final lomba futsal yang menjadi penutup rangkaian acara, Kamis (14/8). Seluruh siswa memenuhi tepian lapangan, menyaksikan laga sengit antara kelas 7A dan 7B yang sama-sama berjuang memperebutkan gelar juara. Sorak semangat menggema, peluit wasit membelah udara, dan bola bergerak cepat di antara kaki-kaki penuh ambisi muda.
Ketika pertandingan usai, sorak kemenangan pecah di satu sisi lapangan, sementara di sisi lain, sekelompok siswa duduk berlutut dengan mata basah. Kelas yang kalah tak kuasa menahan tangis, memeluk wali kelas mereka yang setia mendampingi dari awal hingga akhir. Tangis itu bukan sekadar kecewa, tetapi luapan harapan yang runtuh, bercampur rasa bangga atas perjuangan yang telah diberikan.
Kepala sekolah menyampaikan bahwa semarak lomba Agustusan ini bukan hanya tentang siapa yang juara, tetapi tentang merayakan persatuan, keberanian, dan sportivitas. “Tawa dan air mata hari ini adalah bukti bahwa kalian mencintai sekolah ini dan menghargai perjuangan teman-teman,” ucapnya, disambut tepuk tangan panjang.
Matahari mulai terik, lapangan yang tadi dipenuhi teriakan dan sorakan kembali hening. Namun, gema tawa, sorak, dan isak yang membalut tiga hari kemeriahan itu akan terus hidup di ingatan siswa SMP Muhammadiyah 8 Gresik, seperti bendera merah putih yang terus berkibar di hati mereka.
Penulis Linda Nur Fitria




